
Seorang petugas kredit diperintahkan untuk menolak memberikan kredit dan mengusir seorang wanita tua dari rumahnya. Kejadian ini membawanya pada sebuah kutukan, dimana kehidupannya menjadi seperti di neraka. Putus asa, wanita tersebut menemui cenayang untuk menyelamatkan diri, disaat para makhluk jahat terus menyerangnya
Jakarta - 'G.I. Joe: The Rise of Cobra' menampilkan karakter-karakter yang memiliki keahlian tempur yang berbeda-beda. Sebelum menyaksikan film garapan Stephen Sommers itu alangkah baiknya kita sedikit mengenal mereka.
Dimulai, dengan karakter Duke yang diperankan oleh aktor Channing Tatum. Duke bisa disebut karakter tertangguh atau bahkan cenderung nekat di film ini. Pemilik nama asli Conrad Hauser tersebut bergabung dengan G.I. Joe setelah iring-iringannya diserang oleh Baroness (Sienna Miller). Setelah menjalani beberapa tes dan mengaku mengenal sosok Baroness, Duke akhirnya diterima jadi anggota pasukan super canggih tersebut.
Salah satu karakter perempuan yang paling menonjol di G.I. Joe adalah Shana M. O'Hara atau yang lebih dikenal Scarlett. Di antara rekan timnya, Scarlett punya kemampuan intelijen di atas rata-rata. Ia juga sangat pintar bahkan perempuan berambut merah tersebut lulus kuliah saat berusia 12 tahun.
Snake Eyes yang diperankan oleh Ray Park merupakan karakter paling unik di G.I. Joe. Berwujud Ninja, Snake Eyes tidak pernah berbicara. Selain jago pedang, Snake Eyes juga menguasai ilmu bela diri Wushu. Di 'G.I. Joe: The Rise of Cobra' dikisahkan Snake berada dalam satu perguruan dengan karakter jahat Thomas Arashikage alias Storm Shadow.
Selain Duke, Ripcord yang diperankan oleh Marlon Wayans juga merupakan pendatang baru di pasukan G.I. Joe. Karakter yang sedikit konyol tersebut punya keahlian menerbangkan pesawat jet. Namun Duke selalu meragukan kemampuannya.
Selain Duke, Clayton Abernathy alias Jendral Hawk juga merupakan tokoh sentral di film tersebut. Karakter yang diperankan aktor kawakan Dennis Quaid merupakan pemimpin G.I. Joe. Hawk adalah lulusan terbaik sekolah militer West Point dan pernah terlibat di beberapa perang penting. Hawk pun disebut sebagai pemimpin yang paling ideal.
Selain Duke, Scarlett, Snake Eyes, Ripcord dan Jendral Hawk masih ada karater jagoan lainnya. Di antaranya, Breaker (Said Tashmaoui) asal Maroko yang ahli dalam teknologi dan komunikasi, Heavy Duty (Adewale Akinnuoye) yang doyan menggunakan senjata berat, dan Sergeant Stone yang diperankan oleh aktor Brendan Fraser. (hkm/hkm)
by andy_cyber | 23.36 in | komentar (0)

Jakarta, Setelah berpuasa seharian, saat berbuka pun menjadi waktu yang sangat dinanti. Menu camilan gorengan biasanya menjadi hidangan yang dipilih setelah menyantap yang manis-manis. Tapi sebaiknya jangan buka puasa dengan gorengan. Mengapa?
Selain karena gorengan adalah makanan yang tidak sehat untuk tubuh, gorengan membawa efek yang tidak baik untuk saluran tenggorokan dan juga saluran pencernaan, terutama mereka yang seharian mengosongkan perutnya.
Makanan yang tinggi lemak akan membuat seseorang rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung. Lemak akan merangsang tenggorokan dan membuatnya gatal sehingga mudah terserang batuk.
Selain itu, dengan adanya lemak, lambung akan cepat terisi tapi lebih lambat dicerna, alhasil seseorang akan merasa sudah kenyang dan tidak akan cepat lapar padahal baru makan dalam porsi sedikit.
Hal ini sebenarnya tidak baik untuk orang yang baru berbuka puasa. Karena setelah 14 jam lambung kosong, tubuh butuh nutrisi yang cukup, tapi dengan adanya lemak tubuh akan merasa sudah kenyang dan akhirnya penyerapan nutrisi pun terhambat karena hanya sedikit nutrisi lainnya yang masuk dalam tubuh.
Selain gorengan, pola berbuka puasa pun sebaiknya diperhatikan karena banyak masyarakat yang masih salah praktik. Mereka yang sudah berbuka dengan yang manis, langsung menyantap makanan besar karena saking laparnya.
Padahal menurut ahli gizi klinik, dr. Fiastuti Witjaksono, M.S SpGK sebaiknya perut perlu persiapan untuk bisa menerima makanan dalam keadaan tenang dan tidak terburu-buru.
“Bagusnya makan besar setelah salat Magrib dulu, karena itu akan membantu mempersiapkan saluran pencernaan menghadapi makanan dalam jumlah besar setelah 14 jam kosong,” ujar Fiastuti ketika dihubungi detikhealth, Senin (24/8/2009).
Selain karena memicu perasaan yang tidak nyaman di perut, langsung menyantap makan besar setelah waktu berbuka juga tidak baik untuk penderita maag karena lambungnya akan mengalami shock.
Prinsip berbuka menurut Fiastuti, hendaknya berbuka dengan yang manis untuk mengganti glukosa darah, makanlah sesuai porsi tubuh dan juga harus lengkap gizinya tanpa ada yang dikurangi atau dilebihkan.
“Prinsipnya kan hanya menggeser waktu makan saja, jadi tidak ada yang berubah, yang penting seimbang,” ujar dokter yang memiliki menu favorit berbuka puasa dengan setup buah itu. Selamat berbuka puasa.
![]()
Setelah sukses dengan tiga prekuel sebelumnya, akhirnya film The Final Destination 4 : Death Trip akan hadir di Indonesia. Film arahan David R. Ellis ini masih mengandalkan tentang cerita sekelompok pemuda yang mencoba menipu kematian. Seri pertama film ini dibuat pada tahun 2000 disutradarai oleh James Wong. Pada tahun 2003 sekuel keduanya hadir, tapi kali ini di sutradarai oleh David R. Ellis. Di tahun 2006 James Wong kembali dipercaya untuk membuat seri ketiga dari film Final Destination.
Di tahun 2009 ini Final Destination 4 akan dibintangi oleh Bobby Champo sebagai pemeran utama, Bobby juga pernah bermain di film Legally Blonde (2009). Selain itu ada Shantel VanSanten yang pernah bermain di You and I dan In My Pocket keduanya di tahun 2009. Selain itu ada pemain seperti , Nick Zano, Haley Webb, dan Mykelti Williamson. Film produksi Warner Bros ini berdurasi 1 jam 22 menit ini mengambil syuting di daerah New Orleans, Louisiana Amerika Serikat.
Bercerita tentang Nick O’Bannon yang diperankan oleh Bobby Campo, pria yang memiliki indera ke 6. Kisah bermula pada saat mereka menonton balapan mobil di sebuah sirkuit balap. Nick tiba-tiba mendapat pandangan bahwa ia dan teman-temannya akan mendapatkan bahaya bila tidak meninggalkan sirkuit balap tersebut. Ketegangan pun terus berlanjut saat Nick dan beberapa temannya berhasil menyelamatkan diri. Tidak berakhir sampai disitu, karena kematian terus mengintai mereka yang selamat. Mampukah mereka mengingkari kematian?
Final Destination yang keempat ini agak berbeda dengan sekuel-sekuel sebelumnya, karena kali ini menggunakan teknologi 3D untuk memberikan sensasi yang berbeda. Namun sayang untuk di Indonesia sendiri bioskop yang menggunakan teknologi 3D sangat terbatas, jadi apabila ingin puas menyaksikan film ini harus mencari bioskop yang menggunakan teknologi 3D. Nah, penasaran ingin merasakan ketegangan Final Destination 4? Tunggu saja akhir Agustus 2009 ini. (deri)

